Harga Bitcoin Turun di Bawah Level US$7.000

Bitcoin terus melemah dalam lima hari terakhir, bahkan turun di bawah level US$7.000 untuk pertama kalinya sejak November 2017 dan menyeret mata uang digital lainnya turun.

Pelemahan ini menyusul meningkatnya reaksi dari bank sentral dan regulator pemerintahan terhadap kegilaan spekulatif yang membuat harga cryptocurrency meroket tahun lalu.

Mata uang digital terbesar ini diperdagangkan pada level US$6.777 pada pukul 6.20 WIB menurut data Coinbase.  Bitcoin telah merosot sekitar 65% dari rekor tertinggi US$19.511 pada bulan Desember 2017. Koin lain, yang juga disebut altcoins, juga merosot pada hari Senin, dengan Ripple turun hingga 21%. Ethereum dan Litecoin juga melemah.

“Meskipun tidak ada factor fundamental yang memicu pelemahan ini, pertumbuhan parabolik yang dialami pasar ini melambat pada titik tertentu,” ungkap Lucas Nuzzi, analis senior di Digital Asset Research, seperti dikutip Bloomberg.

Sejumlah berita negatif telah menekan harga aset digital ini dalam sepekan terakhir. Lloyds Banking Group Plc bergabung dengan sejumlah penerbit kartu kredit besar termasuk JPMorgan Chase & Co. dan Bank of America Corp serta mengatakan bahwa mereka menghentikan pembelian cryptocurrency dengan kartu yang diterbitkan.

Kepala SEC, Jay Clayton mengatakan bahwa dia mendukung upaya untuk memberikan kejelasan terhadap masalah mata uang digital dan bahwa peraturan yang ada tidak dirancang dengan pemikiran perdagangan semacam itu, menurut naskah yang dipersiapkan untuk sidang Komite Perbankan Senat mengenai mata uang virtual.

Pelemahan Bitcoin sejak Natal tahun lalu bertepatan dengan investor yang berangsur keluar dari aset berisiko di seluruh pasar modal, dengan busa saham mundur di seluruh dunia.

Regulator di sejumlah negara juga berusaha mengontrol perdagangan aset berisiko ini. China akan memblokir semua situs web, termasuk platform luar negeri, terkait dengan perdagangan cryptocurrency dan penawaran koin perdana (initial coin offering/ICO) dalam upaya untuk meredakan spekulasi di pasar, menurut laporan South China Morning Post yang dilansir Bloomberg.

Sementara itu, Yonhap News melaporkan Korea Utara sedang mencoba untuk meretas program Korea Selatan yang terkait mata cryptocurrency untuk mencuri mata uang digital.

Selain itu, pihak berwenang di Korea Selatan dan negara-negara lain mempertimbangkan peningkatan pengawasan dan peraturan terhadap industry ini, yang memicu aksi jual yang sedang berlangsung.

Namun, sejumlah pendukung Bitcoin tetap tidak peduli terhadap sejumlah sentiment negatif tersebut

“Ada beberapa katalisator: orang-orang yang membayar pajak, dan pembalikan tren secara umum. Secara keseluruhan, pelemahan ini tergolong sehat mengingat reli penguatan pada bulan November-Januari,” ungkap Kyle Samani, managing partner di hedge fund cryptocurrency, Multicoin Capital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *