Huawei dan Xiaomi Besut Smartphone Khusus Penambang Bitcoin

Bitcoin dan mata uang kripto (cryptocurrency) lainnya, belakangan banyak dibicarakan orang. Tidak sedikit juga yang tertarik berinvestasi pada Bitcoin dan kawan-kawannya.

Hal ini kemudian membuat vendor perangkat untuk membesut smartphone dengan tujuan khusus untuk menambang Bitcoin dan mata uang lainnya.

Pada Januari misalnya, pabrikan smartphone Tiongkok, Sugar mengumumkan kehadiran Sugar S11 Blockchain Creation Edition. Perangkat ini memang ditujukan untuk menambang dan menyimpan mata uang kripto bernama Ethereum Fog.

Tak mau kalah, vendor smartphone Tiongkok terkemuka Huawei juga dikabarkan memiliki rencana membuat smartphone khusus menambang mata uang virtual berbasis blockchain.

Mengutip informasi Gizmochina, Senin (26/3/2018), Huawei dikabarkan bekerja sama dengan Sirin Labs, pembesut smartphone Android mahal Sirin Solarin yang dibanderol US$ 16 ribu atau Rp 220 jutaan.

Berdasarkan keterangan dari seorang sumber, Huawei saat ini sedang dalam pembicaraan dengan Sirin terkait lisensi sistem operasi SIRIN OS yang akan menjalankan aplikasi berbasis blockchain bersamaan dengan OS Android. Meski begitu, belum ada kesepakatan yang diteken di antara mereka.

Perwakilan kedua perusahaan telah mengkonfirmasi tentang pertemuan tersebut, tetapi tidak memberikan penjelasan apa saja yang dibahas antara Huawei dan Sirin Labs.

Pertemuan antara kedua pihak sebenarnya telah berlangsung lebih dari dua bulan terakhir ini, bahkan pada grup obrolan Sirin di aplikasi Telegram telah diunggah gambar dengan keterangan yang mengkonfirmasi pertemuan tersebut.

“Kemungkinan bekerja sama menghadirkan teknologi blockchain kepada lebih banyak orang dalam cara yang aman,” demikian tertulis dalam obrolan grup itu.

Sirin juga dikabarkan tengah menggarap smartphone baru bernama Finney. Namanya diambil dari seorang pengembang yang merupakan orang lama dalam hal Bitcoin, Hall Finney.

Smartphone Finney ini nantinya diharapkan bakal digunakan untuk menyimpan koin dan menjadi dompet bagi mata uang kripto serta aplikasi-aplikasi lain yang berbasis blockchain.

Huawei bukan satu-satunya vendor ponsel Tiongkok yang menggarap teknologi blockchain. Xiaomi juga kabarnya mengembangkan perangkat serupa dalam hal berbeda.

Perlu diketahui, salah satu hal menarik tentang blockchain adalah turunannya, yakni cryptopet alias hewan peliharaan virtual, hampir mirip dengan Tamagochi namun berbasis pada blockchain.

Hewan peliharaan ini bisa dibeli, dirawat, dan diperdagangkan. Tiap hewan peliharaan memiliki keunikan dan penjualannya tercatat pada blockchain meskipun tak didukung transaksi digital.

Cryptopet pertama adalah Cryptokitties yang berbasis pada teknologi blockchain Ethereum. Hewan virtual ini sukses membuat perusahaan-perusahaan teknologi Tiongkok mengikuti tren hewan virtual.

Kembali ke Xiaomi, kabarnya perusahaan yang digawangi Lei Jun ini juga bakal menghadirkan cryptopet-nya sendiri yang bernama Cryptorabbit. Tak mengherankan sebab maskot Xiaomi adalah seekor kelinci.

Saat ini hewan virtual berbasis blockchain milik Xiaomi ini sedang dalam pengujian beta. Baidu juga memiliki hewan virtual bernama Cryptodoggies yang juga dalam pengujian beta.

Belum ada informasi lebih jelas kapan versi stabil teknologi ini bakal dirilis ke masyarakat umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *