Industri Blockchain dan Bitcoin Indonesia Mulai Berkembang

Industri blockchain, basis teknologi mata uang Bitcoin, semakin serius digarap di Indonesia. East Ventures pekan lalu menyuntikkan modal ke Bitcoin.co.id, perusahaan rintisan yang mengklaim sebagai pemain Bitcoin terbesar di Asia Tenggara.

Managing Partner East Ventures Willson Cuaca mengatakan East Ventures kini adalah salah satu investor di Bitcoin.co.id, tanpa mau mengungkapkan nilai modal yang diberikan.

“Kami yakin blockchain dapat membantu memberikan solusi bagi banyak permasalahan di Indonesia,” katanya,.

Willson mengatakan Bitcoin.co.id dapat mengubah cara berbisnis, mengurangi biaya transaksi, mempercepat proses verifikasi finansial, mengurangi kegagalan transaksi finansial, dan mendirikan sistem finansial berbasis protokol yang terdesentralisasi.

“Bitcoin.co.id hanya salah satu dari implementasi blockchain. Kami berekspektasi untuk inovasi lainnya di area ini dan akan berinvestasi lebih banyak di kategori ini [blockchain],” jelasnya.

Wilson tidak mempermasalahkan absennya regulasi tentang Bitcoin di Indonesia. Dia justru ingin ada deregulasi sehingga pegiat bisnis Bitcoin bisa bekerja sama dengan pemerintah dan bisa bersaing dengan bisnis serupa di negara lain.

Namun, dia menjelaskan pelaku bisnis Bitcoin tetap aktif berkomunikasi dengan pemerintah dan otoritas moneter.

“Intinya kami embrace teknologi, perubahan mindset dan cari cara agar bisa berguna dan aplikatif,” katanya.

Bitcoin.co.id didirikan oleh Oscar Darmawan dan William Sutanto pada Mei 2013 sebagai media edukasi untuk pengguna Bitcoin di Indonesia dan menjadi sumber terpercaya untuk berita tentang aset digital dalam Bahasa Indonesia.

Oscar dan William kemudian mendirikan platform transaksi aset digital atau bursa Bitcoin pertama di Indonesia.

Dalam satu tahun, Bitcoin.co.id mengklaim telah menjadi bursa Bitcoin terbesar di Asia Tenggara. Hingga saat ini, Bitcoin.co.id telah memiliki ratusan pengguna dari Indonesia. Selain Bitcoin, Bitcoin.co.id juga menyediakan aset digital cryptocurrency lain seperti Ethereum, Ripple, Litecoin, dan Waves.

Oscar mengatakan Bitcoin.co.id tidak bergerak di bidang pembayaran, tetapi penyedia teknologi blockchain. Dia mengatakan teknologi blockchain saat ini baru berada di tahap awal perkembangan dengan berbagai potensi aplikasi dan peluang pasar yang besar.

“Saya selalu meyakini blockchain merupakan salah satu jawaban untuk membantu inklusi finansial dalam meningkatkan akses pada dunia finansial,” katanya.

Dia mengatakan respons dari pengguna Bitcoin di Indonesia terbilang positif dan Bitcoin.co.id terus memberikan dukungan pengembangan pasar Bitcoin di Tanah Air.

Sejauh ini, mayoritas pelanggan Bitcoin.co.id adalah bisnis ritel yang mencoba menerima transaksi dalam bentuk Bitcoin. Oscar mengatakan Bitcoin saat ini legal digunakan sebagai alat pembayaran di Jepang dan beberapa negara di Eropa.

“Di Indonesia masih kebanyakan untuk eksperimen teknologi dan spekulasi,” ujarnya.

Melalui pendanaan ini, pihaknya berencana untuk terus mengedukasi dan bekerja di pasar Indonesia serta memulai rencana ekspansi untuk menjangkau negara lainnya di Asia Tenggara.

“Saya belum bisa cerita secara detail negara mana yang akan kami tuju karena masih dalam stealth mode jadi belum bisa diungkapkan,” katanya.

Namun, dia mengatakan pihaknya terus membangun komunikasi dengan regulator dan memantau perubahan aturan di beberapa negara Asia Tenggara. Visi Bitcoin.co.id, lanjutnya, adalah menjadikan Indonesia sebagai pusat teknologi finansial melalui teknologi blockchain.

“Kami sangat confident di pasar Asia Tenggara karena pengalaman kami di Indonesia,” ujar Oscar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *