Pengamanan Berlapis Dikembangkan untuk Mendeteksi Kepemilikan Cryptocurency

Teknologi Cryptocurrency (CC) memang masih terus dikembangkan. Sekarang masih belum matang sehingga risiko masih tinggi, namun keuntungan juga besar untuk yang bermain di industri CC ini.

“Teknologi CC memang masih terus dikembangkan, masih belum matang hingga kini. Itulah sebabnya risiko tinggi bermain di industri CC ini namun juga memberikan keuntungan yang cukup baik,” ungkap Mike Belshe, CEO dan Founder BitGo kepada¬†Tribunnews.com, Jumat (3/3/2018).

BitGo bermarkas di California Amerika Serikat yang didirikan 10 Mei 2011 lalu.

Tak heran dua kasus besar uang hilang dari transaksi CC baik BitCoin maupun 28 Januari 2018 kasus Coincheck yang kehilangan 58 miliar yen yang dicuri hacker tanpa jejak hingga kini.

“Dalam kasus BitCoin memang tak bisa apa-apa. Tetapi dalam kasus Coincheck untung saja mereka punya reservasi stok uang, sehingga sedikitnya bisa mengganti nasabahnya sebagian kehilangan uang mereka,” kata Mark.

Namun dari dua kasus tersebut, Mark juga mengungkapkan upaya pembuatan pengamanan berlapis dan cara baru yang masih dikembangkan untuk nantinya dapat mendeteksi mata uang yang kita miliki.

“Ingat mata uang dolar AS kita. Tiap lembar uang kertas tersebut punya nomor seri. Jadi uang yang dirampok, asalkan kita tahu nomor seri uang kita yang dirampok, tentu suatu waktu muncul ke pasar, langsung terdeteksi, ketahuan kalau itu uang kita dan dapat segera menangkap penjahatnya,” kata dia.

Pola pikir serupa sedang dibuatkan pula pada CC saat ini.

Setiap poin kepemilikan CC nantinya akan ada nomor seri sehingga apabila muncul di berbagai platform bisa langsung terjejak dengan baik apabila si pemilik sebelumnya ingat nomor seri yang dirampok seseorang.

“Saat ini uang yang dicuri itu bukan hilang begitu saja, ada jejak histori (sejarah) perekamannya transaksi itu lari ke mana. Namun setelah itu memang tak ketahuan lagi. Apabila suatu waktu dia muncul memang tidak bisa ketahuan kalau itu poin yang dicuri di waktu lalu karena poin yang dicuri belum ada nomor serinya,” ujar dia.

Namun kalau nantinya CC sudah punya nomor seri, maka poin CC yang dicuri pasti dengan mudah terdeteksi kapan pun juga kalau muncul ke permukaan ke pasar jual beli.

“Selain itu untuk keamanan saat ini juga ada yang namanya Warm Pocket (dompet hangat) yang bisa mentraksaksikan sebagian CC miliknya yang ada di Hot Pocket (dompet panas) dan sebagian di simpan di off-line atau Cold Pocket (dompet dingin),” lanjutnya.

Dompet panas adalah transaksi CC online yang bisa langsung diperdagangkan saat itu juga di mana pun karena terkait ke internet.

Sedangkan dompet dingin, menaruh aset kepemilikan CC kita berjumlah banyak di platform yang tidak terkait internet, di komputer kita sendiri yang tak ada hubungan dengan internet apa pun.

“Cara pengelolaan menggunakan dompet hangat itulah akan meningkatkan keamanan dan mengurangi risiko kehilangan CC kita dalam jumlah besar,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *