Perusahaan Ini Gelar Lotere Berhadiah Bitcoin Rp 267 Miliar, Mau?

Perusahaan penyediaan kupon undian asal Irlandia, Lottoland, menemukan cara baru untuk menggaet massa lebih banyak partisipan untuk ikut dalam lotere yang diadakannya. Alih-alih mematok uang sebagai hadiah utama, Lottoland kini menggunakan bitcoin sebagai hadiah utamanya.

Besaran hadiah utamanya pun sangat cukup fantastis. Mereka yang beruntung memenangkan undian berhak atas hadiah jackpot 1.025 bitcoin setara US$ 19,9 juta atau Rp 267 miliar.

Dilansir dari bitcoinnews.com, Sabtu (6/1/2017), meski undian cara ini baru pertama kalinya di dunia, pihak Lottoland optimistis  akan banyak orang yang ikut serta. Mereka juga sengaja mengadakan undian ini untuk memanfaatkan tren mata uang digital yang tengah banyak digandrungi di seluruh dunia.

“Dunia menjadi sangat gila akan Bitcoin, begitu juga kami,” tulis Lottoland dalam situs resminya.

Bagi Anda yang berminat, bisa mencoba peruntungan dengan membeli kupon Lottoland terlebih dahulu. Pengundian akan dilakukan harian pada pukul 20.30 malam hari dari Senin hingga Sabtu.

Hadiah utama hanya bisa didapatkan jika kupon yang dimiliki cocok dengan enam nomor yang ada di undian. Jangan khawatir, jika tidak bisa memenangkan hadiah utama, pemain bisa tetap memperoleh hadiah dengan hanya memiliki beberapa nomor undian yang cocok.

Pemenang yang bisa meraih undian utama akan dihadapkan pada pilihan yakni menerima hadiah dalam bentuk mata uang normal atau dikirim sebagai bitcoin. Lottoland yang kini sudah memiliki 300 orang pegawai merupakan perusahaan sukses dengan pendapatan tahunan mencapai US$ 355 juta.

“Bitcoin adalah fenomena di seluruh dunia, dan Lottoland memberi pelanggan kami kesempatan untuk terlibat dalam liga besar,” kata manajer perusahaan Lottoland Irlandia, Graham Ross.

Selain undian berhadiah bitcoin, Lottoland juga terkenal akan undian Powerball. Undian Powerball merupakan permainan lotere terbesar di seluruh dunia, terutama di Amerika Serikat yang dimainkan di 32 negara bagian. Pemenang Powerball di AS ditarik dilakukan dua kali seminggu, pada hari Rabu dan Sabtu.

Tiket undian pemenang harus cocok dengan lima nomor yang muncul dan sebuah nomor Powerball khusus untuk mengklaim semua hadiah yang ada.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan belum berencana melarang transaksi atau penggunaan mata uang digital, seperti bitcoin dalam waktu dekat. Hanya saja OJK akan menerbitkan aturan mengenai teknologi finansial (fintech) pada semester I-2018.

“Saya belum keluarkan aturan (larangan bitcoin),” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso saat ditemui di kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis 4 Januari 2018.

Dirinya mengaku, OJK akan menerbitkan aturan mengenai fintech. Tujuannya mendorong pengembangan teknologi finansial supaya masyarakat memperoleh keuntungan banyak dari produk-produk fintech.

Dengan demikian, sambung Wimboh, masyarakat akan memperoleh layanan akses keuangan secara cepat, lebih mudah, dan manfaat lainnya.

“Kami juga konsen untuk melindungi kepentingan masyarakat, jangan sampai masyarakat ujung-ujungnya dirugikan. Tanpa disadari ada risiko, sehingga semua produk fintech harus transparan risiko-risiko apa saja yang timbul,” jelasnya.

Wimboh menjelaskan, aturan fintech yang akan dirilis bersifat umum dan akan keluar di semester I-2018. Menurutnya, bitcoin termasuk sistem pembayaran yang merupakan ranah dari Bank Indonesia (BI). Sedangkan jika bitcoin dikeluarkan oleh perbankan, maka urusan OJK.

“Tapi produk fintech apakah bitcoin dan lainnya dikeluarkan bukan oleh bank, tapi lembaga yang mungkin unregulated. Ini tentunya diharapkan ada strategi nasional mengenai fintech. Kalau bicoin diperdagangkan oleh bank, mesti lapor kami,” terangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *